Minuman & Jajanan · Jawa Tengah
Es cendol dawet tepung beras dengan gula merah aren asli
Minuman pendingin klasik Jawa: cendol hijau dari tepung beras + pandan, santan gurih, dan kuah gula merah aren. Trik untuk cendol kenyal seperti penjual gerobak.
- Persiapan
- 15 menit
- Memasak
- 30 menit
- Total
- 45 menit
- Porsi
- 6 gelas
Langkah-langkah
- 01
Buat air daun suji
Blender 15 lembar daun suji + 5 lembar pandan dengan 300 ml air. Saring 2x dengan saringan halus. Hasil: air hijau natural yang lebih pekat dari pandan saja. Ini pewarna alami terbaik untuk cendol — bukan pewarna sintetis.
- 02
Masak adonan cendol
Campur tepung beras, tepung tapioka, garam di panci. Tuang air suji-pandan + air biasa. Aduk rata dengan whisk sampai tidak ada gumpalan. Nyalakan api kecil. Aduk konstan dengan spatula kayu (jangan whisk lagi). Adonan akan mengental perlahan.
- 03
Tahap pyar (matang)
Setelah 8-10 menit, adonan akan transform: dari encer → kental seperti pasta → kemudian transparan dan elastis. Itu tanda matang. Tes: ambil sedikit dengan sendok, kalau bisa drop dan kembali seperti karet → ready.
- 04
Cetak cendol
Siapkan saringan cendol khusus (lubang besar) di atas baskom berisi air es. Tuang adonan panas ke saringan. Tekan dengan spatula agar adonan turun ke air es melalui lubang. Bentuk: tetesan panjang seperti cacing hijau. Air es langsung 'lock' bentuk cendol. Sisihkan cendol di air es.
- 05
Buat kuah gula merah
Masak gula merah aren + air + daun pandan + sejumput garam di panci kecil. Aduk sampai gula larut. Masak api kecil 5 menit sampai cairan agak kental seperti syrup ringan. Saring untuk hilangkan kotoran. Dinginkan.
- 06
Buat kuah santan
Masak santan kental + daun pandan + garam di panci. Aduk konstan dengan api kecil — jangan sampai pecah. Begitu mendidih ringan, matikan api. Dinginkan.
- 07
Sajikan
Per gelas: tiriskan cendol dari air es. Tata di dasar gelas. Tuang santan dingin 80 ml. Tuang kuah gula merah 50 ml. Tambahkan es serut atau es batu. Optional: nangka iris atau tape ketan hitam untuk variasi. Sajikan dengan sendok panjang untuk aduk sendiri.
Es cendol, pelipur dahaga sejak abad ke-19
Es cendol adalah minuman pendingin yang lahir dari kearifan tropical. Tepung beras + santan + gula merah — komposisi sederhana yang sudah ada di berbagai versi di seluruh Asia Tenggara: cendol (Indonesia/Malaysia), lod chong (Thailand), banh lot (Vietnam).
Di Indonesia, cendol punya 2 nama: cendol di Jakarta/Jawa Barat, dan dawet di Jawa Tengah/Yogyakarta. Hidangan sama, beda dialek.
Asal usul singkat
Penulis Belanda di awal abad ke-19 (Brink) sudah mencatat penjual cendol di Yogyakarta. Beberapa sejarawan kuliner berpendapat cendol berasal dari era Mataram (abad ke-17). Yang pasti: ini hidangan tropical yang berkembang di daerah yang punya banyak kelapa dan gula merah.
Tiga kunci cendol enak
1. Daun suji untuk warna, pandan untuk aroma
Kebanyakan resep online cuma pakai pandan. Padahal pandan murni untuk aroma — warnanya pucat. Daun suji (Pleomele angustifolia) memberikan warna hijau pekat alami. Kombinasi keduanya = warna hijau cantik + aroma pandan.
2. Aduk konstan saat masak
Tepung beras gampang gumpal. Sekali Anda berhenti aduk 30 detik di panci panas, dasar panci sudah pecah dan tekstur cendol jadi tidak rata. Aduk konstan dari awal sampai matang.
3. Air es untuk “lock” bentuk
Saat adonan panas ditekan ke saringan dan langsung jatuh ke air es, struktur tepung “frozen” dalam bentuk cacing. Tanpa air es, cendol akan rata dan lembek.
Variasi cendol di Indonesia
- Cendol Bandung (resep ini): klasik dengan kuah gula merah + santan
- Cendol Banjar: lebih tebal cendolnya, kuah lebih kental
- Cendol Durian (Medan): tambah durian matang
- Cendol Buah (modern): tambah nangka, kelengkeng, atau buah lain
- Cendol Ketan Hitam: tambah tape ketan hitam untuk extra umami
Bagi saya, cendol adalah hidangan yang mengajarkan: kesabaran membuahkan kelembutan. 10 menit aduk konstan, tapi hasilnya minuman yang melembutkan siang yang paling panas.
Informasi gizi (per porsi)
- Kalori
- 280 kcal per gelas
- Protein
- 3g
- Lemak
- 9g
- Karbohidrat
- 48g
Estimasi. Nilai aktual bisa bervariasi tergantung merek bahan.
Pertanyaan yang sering ditanya
Daun suji susah dicari, bisa pakai pasta pandan saja? +
Bisa, tapi warnanya beda. Daun suji murni untuk warna hijau pekat alami. Pandan untuk aroma. Tanpa daun suji, pakai pasta pandan natural (BUKAN pewarna hijau) + extract pandan 1/4 sdt — hasilnya warna hijau lebih pucat tapi masih natural. Jangan pakai pewarna hijau sintetis — warna jadi neon yang artificial.
Kenapa cendol saya pecah saat dicetak? +
Adonan kurang masak. Cendol yang benar harus elastic seperti karet kenyal saat panas. Kalau pecah saat dicetak, kembali masukkan ke panci, masak 2-3 menit lagi sambil aduk konstan. Tanda: warna lebih transparan dan tekstur lebih kenyal.
Tidak punya saringan cendol, bisa pakai apa? +
Bisa pakai saringan kawat dengan lubang besar (4-5 mm). Tekan dengan punggung sendok logam. Atau pakai parutan keju lubang besar. Atau pakai colander dengan lubang besar. Bentuk cendol tidak akan persis seperti penjual, tapi rasa sama.
Gula merah aren beda dengan gula merah biasa? +
Beda. Gula merah aren (dari pohon aren) lebih kaya rasa, sedikit smoky, dan kurang manis. Gula merah biasa (gula merah kelapa) lebih manis lurus. Untuk cendol/dawet, gula aren memberi karakter yang lebih dalam. Kalau cuma ada gula merah biasa, tambahkan sedikit kopi bubuk (1/2 sdt) untuk approximasi smoky aren.
Apa beda 'cendol' dan 'dawet'? +
Sebenarnya sama — keduanya merujuk ke butiran tepung beras hijau. 'Cendol' lebih sering disebut di Jakarta dan Jawa Barat. 'Dawet' lebih sering di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Versi Banjarmasin disebut 'cendol gajah'. Substantively identik.
Tentang penulis
Tim Dapur Kita
Editorial & Kurator Resep
Tim editorial Dapur Kita adalah kumpulan kurator resep, food writer, dan tester rumahan yang mengulang setiap resep di dapur pribadi sebelum dipublikasikan. Setiap resep melalui minimal 2 ronde uji ulang dengan bahan yang umum ditemukan di pasar Indonesia.
Resep terkait
Lainnya dari Minuman & Jajanan
Bakwan jagung renyah dengan udang ebi dan daun kucai
Bakwan jagung dengan kulit garing, isian jagung manis utuh, udang ebi gurih, dan kucai segar. Trik tepung beras + air es untuk kerenyahan tahan lama.
Klepon pandan isi gula merah yang nggak pecah saat direbus
Bola ketan hijau berlapis kelapa parut dengan isian gula merah cair. Trik tepung ketan + air panas untuk adonan elastis yang tahan rebus.
Martabak manis pandan terang bulan dengan sarang lebah khas Bandung
Martabak manis tebal dengan kulit luar crispy, dalam empuk berongga seperti sarang lebah, topping coklat-keju-susu. Rahasia ragi + soda kue + suhu wajan yang tepat.